Tulisan ini mencoba mengurai kembali kepemimpinan Soeharto sejak akhir 1960-an sampe petengahan tahun 1998. Garapan awal kepemimpinan Soeharto adalah pembangunan ekonomi, jargon”economic law and politic later”menjadi prinsip utama penyelengaraan negara. Pemerintahan Soeharto yang di sebut Orde Baru memang mengambil alih kekuasaan dalam keadaan politik yang kacau, termasuk ketidakpastian ekonomi rakyat karena harga yang meningkat pesat dan tidak terjangkau oleh daya beli rata-rata masyarakat luas. Karena itu, sampai beberapa tahun kekuasaan beralih masalah ekonomi masih menjadi persoalan yang pelik.
Pemerintahan Soeharto pada waktu itu seperti tidak ada pilihan lain, kecuali mengubah dengan ekstrem fokus pembangunan di bidang ekonomi dengan cara yang luar biasa untuk memacu pertumbuhan ekonomi, dan transformai menuju industrialisasi. Jadi, dari analisis historis, sudut pandang momentum ketika itu fokus perhatian Pak Harto ke bidang ekonomi dengan cara-cara ekstrem merupakan pilihan yang sangat tepat. Ide gagasan awal dari pola gerakan pembangunan ekonomi yakni pertumbuhan ekonomi akan menetes ke bawah dan tidak ada pemerataan tanpa pertumbuhan ekonomi, walaupun pada akhirnya yang dibagi hanya kemiskinan kepada masyarakat Indonesia. Permasalahan selanjutnya ketika pertumbuhan ekonomi benar-benar tercapai pada fase pertengahan kepemimpinan Soeharto sekitar 7-8% pada tahun 1967-1981, tetapi nampaknya tetap saja pemerataan tertinggal jauh di belakang.
Landasan pembangunan ekonomi Soeharto, pada akhirnya mengakibatkan partisipasi masyarakat dalam sistem pemerintahan dianggap lebih mengganggu proses pembangunan. Di sisi lain, Soeharto tetap memperhatikan nasib rakyat Indonesia, yang secara makro sangat dipengaruhi oleh dialektika internasioanal. Sebagaimana masyarakat di dunia pada umumnya, di Indonesia pun bentuk kehidupan demokrasi atau keotoriteran pemimpin ditentukan oleh interaksi dari ekonomi, politik, dan sosial. Dalam hal ini Soeharto telah mampu mengelaborasikan kekuatan militer dan birokrasi sebagai modal awal memandu kepemimpinan negara. Secara tidak sadar Soeharto telah mengemas dengan apik. Idealnya, demokrasi yang dikembangkan pada waktu itu memenuhi bagian terbesar standar universal. Pemenuhan pembatasan kekuasaan lewat pembagian dan pemisahan kekuasaan di antara ketiga cabang pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif), pengoprasian sistem chek and balences telah melandasi proses demokrasi di dalam kepemimpinan Soeharto.
Akibat ketidakmampuan Soeharto melakukan pemerataan ekonomi, terjadinya kecemburuan sosial merebak di mana-mana selama proses transformasi ekonomi berlangsung. Setelah pertumbuhan ekonomi terjadi selama tiga dekade pembanguan jangka panjang, ternyata telah membangun konglomerat elite baik di dalam istana maupun di luar istana. Maka kondisi ekonomi yang di ikuti oleh etatisme corporatisme dan kronitisme yang kuat di jajaran pemerintahan orde baru membuat semakin jauh jarak si miskin dan si kaya.
Akui tidak di akui perjalanan panjang kepemimpinan Soeharto untuk melakukan kontrol sosial, dan mengelola konflik di masyarakat terbilang mulus, karena Soeharto melaksanakan sejumlah pendekatan refresif dan koersif terhadap kekuatan lain yang memiliki potensi untuk menjadi oposisi dalm pemerintahannya. Sebagaian pengamat mengatakan golongan Islam tradisional yang bisa di indikasikan mempunyai kekuatan penyeimbang dari kekuasan Soeharto, karena memiliki basis massa yang banyak. Baberapa argumentasi di atas hanyalah contoh kecil dari sejumlah besar strategi Soeharto untuk mempertahankan kekuasaannya. Meski sebagian kalangan yang menentang dirinya menganggap bahwa Soeharto anti-demokrasi, tetapi pada zamannya strategi politik tersebut dianggap sebagai kekuatan poltik yang cukup heroik.
Jatuhnya rezim Soeharto yang telah dianggap otoriter menjalankan pememerintahan lebih dari 32 tahun, dikarenakan jepitan gerakan intelektual dan massa rakyat membuka peluang kembali bagi kembalinya demokrasi yang sudah dilalui oleh perjalanan panjang sejarah bangsa. Perjalanan demokrasi Indonesia pasca Soeharto mendapat pelajaran berharga dari semua rangkaian peristiwa sejarah masa lalu. Kini tergantung pada pemimpin-pemimpin masa depan, apakah Indonesia akan kembali mengulang model kepemimpinan Soeharto, ataukah menggantikannya dengan yang lebih merakyat dan demokratis.
Perjalanan Demokrasi Indonesia
Apabila kita amati fenomena perjalanan demokrasi dan pergantian kepemimpinan bangsa sebenarnya adalah refleksi kesejahtraan publik yang terpinggirkan. Hal ini diperparah dengan ketertindasan yang dihadapi oleh umat Islam, baik oleh kekuatan Barat maupun oleh golongan yang mengatasnamakan Islam. Terlepas dari realitas politis sekarang, fenomena maraknya gerakan Islam radikal di Indonesia, sebenarnya juga mengandung jebakan-jebakan. Pertama, jangan-jangan disintegrasi gerakan radikalisme merupakan rekayasa politik global untuk memecah belah masyarakat Islam yang ada di Indonesia. Kedua, Negara Indonesia telah kehilangan bingkai kebersamaan atau komitmen kebangsaan yang berusaha mewujudkan kemakmuran dan kesejahtraan.
Kalau itu yang terjadi, maka kemudian agama telah menjadi instrumen partikularistik gerakan-gerakan agama dan kebangkitan kelompok yang kemudian mendapatkan angin segar dari suara-suara Internasional yang menginginkan perpecahan di dunia Islam. Hal ini yang diperlukan oleh negara, agar agama dijadikan perekat pada level society. Jika perekat itu hilang dan diganti oleh ikatan kepentingan salah satu golongan maka konsep kenegaraan yang memiliki budaya Democratic Civility akan lenyap secara perlahan.
Apabila bangsa Indonesia berhasil menuntaskan agenda reformasi dan menguatkan kembali pemerintahan yang konsisten untuk mensejahtrakan rakyatnya, maka masyarakat Indonesia sedang dibawa ke suatu masa depan yang gemilang. Namun, apabila gerakan radikalisme, tidak segera dituntaskan sampai ke akarnya, kekhawatiran hal ini akan menjadi bumerang untuk disintegrasi yang mengatasnamakan kepentingan agama.
Kritikan: seharusnya kepimpinan Soeharto pada zaman dahulu tidak bersistem otoriter namun bersistem dimana kepala Negara masih mendengarkan suara rakyatnya akan tetapi tidak membiarkan rakyatnya berdemonstrasi secara besar-besaran dan anarkis.
Saran: seharusnya para pimpin sekarang mencontoh system kepempinan bapak Soeharto, bukan memimpin secara otoriter tetapi memimpin dengan memikirkan rakyat banyak yang tidak mampu membeli kebutuhan hidup diluar batas kemampuannya.
Selasa, 10 April 2012
Rabu, 28 Maret 2012
dear ndut - still virgin
DEAR NDUT
BY : STILL VIRGIN
saat semuanya telah berbeda apa yang kita rasa
ku tak ingin engkau terluka
memang kita belum terbiasa atau mungkin tak bisa bersama
tapi ku ingin kau percaya
ku tak ingin kau terluka
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
jangan biarkanlah dirimu
lama untuk mengerti diriku
kau kan buat ku menghilang
cobalah kau sadari
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
ku ingin kau hadir saat ku termenung
memandang wajahku berikan senyummu
jangan kau tinggalkan
ku ingin hapuskan air mata mu
saat kau terlalu merindukanku
jangan kau lupakan
karena mungkin waktu ini yang terbaik untuk dirimu dan diriku
percayalah kasih
kau sangatlah berarti untukku
ku mencintaimu
BY : STILL VIRGIN
saat semuanya telah berbeda apa yang kita rasa
ku tak ingin engkau terluka
memang kita belum terbiasa atau mungkin tak bisa bersama
tapi ku ingin kau percaya
ku tak ingin kau terluka
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
jangan biarkanlah dirimu
lama untuk mengerti diriku
kau kan buat ku menghilang
cobalah kau sadari
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
ku ingin kau hadir saat ku termenung
memandang wajahku berikan senyummu
jangan kau tinggalkan
ku ingin hapuskan air mata mu
saat kau terlalu merindukanku
jangan kau lupakan
karena mungkin waktu ini yang terbaik untuk dirimu dan diriku
percayalah kasih
kau sangatlah berarti untukku
ku mencintaimu
contoh konflik atau kasus yang terjadi didalam suatu organisasi
Dalam konteks bekerja untuk hal-hal yang sesuai dengan tujuan perusahaan, maka konflik akan muncul, antara lain, karena beda kepentingan organisasi (departemen) dalam melakukan proses untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
Namun demikian, jika “tujuan perusahaan” dipersepsikan lain-lain oleh masing-masing individu pelaku konflik, maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan-batasan aturan perusahaan. Konflik ini telah memasuki ranah ego individu, dan tergantung (serta dikendalikan oleh) masing-masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu-individu bersangkutan.
Pada beberapa kasus yang saya temui, “ketidaketisan” individual ini, sekalipun dimafhumi bersama sebagai “tidak etis”, kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu-individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung, untuk tujuan-tujuan lain di luar konflik itu sendiri.
Karena itu, konflik organisasi, bisa saja terjadi bukan karena “tercipta” oleh dinamika organisasi, tetapi “sengaja diciptakan”, atau juga bahkan “sengaja dikelola” untuk tujuan-tujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan.
Konflik jenis ini telah menjadi “tantangan” yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang “sesuai aturan”.
Sumber: http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/07/konflik-dalam-perusahaan/
Namun demikian, jika “tujuan perusahaan” dipersepsikan lain-lain oleh masing-masing individu pelaku konflik, maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan-batasan aturan perusahaan. Konflik ini telah memasuki ranah ego individu, dan tergantung (serta dikendalikan oleh) masing-masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu-individu bersangkutan.
Pada beberapa kasus yang saya temui, “ketidaketisan” individual ini, sekalipun dimafhumi bersama sebagai “tidak etis”, kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu-individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung, untuk tujuan-tujuan lain di luar konflik itu sendiri.
Karena itu, konflik organisasi, bisa saja terjadi bukan karena “tercipta” oleh dinamika organisasi, tetapi “sengaja diciptakan”, atau juga bahkan “sengaja dikelola” untuk tujuan-tujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan.
Konflik jenis ini telah menjadi “tantangan” yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang “sesuai aturan”.
Sumber: http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/07/konflik-dalam-perusahaan/
Selasa, 20 Maret 2012
penjelasan mengenai organisasi dan contoh kasusnya
pengertian organisasi dan contoh kasusnya
I. Pengertian Organisasi
Teori atau ilmu perilaku organisasi (organization behavior ) pada hakekatnya mendasarkan kajiannya pada ilmu perilaku itu sendiri (akar ilmu psikologi), yang dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam organisasi. Dengan demikian, kerangka dasar teori perilaku organisasi ini didukung oleh dua komponen pokok, yakni individu-individuyang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku tersebut. Jadi, perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Aspek pertama meliputi pengaruh organisasi terhadap manusia, sedangkan aspek kedua pengaruh manusia terhadap organisasi. Pengertian ini sesuaidengan rumusan Kelly dalam bukunya Organizational Behavior yang menjelaskan bahwa perilaku organisasi di dalamnya terdapat interaksi dan hubungan antara organisasi di satu pihak dan perilaku individu di lain pihak. Kesemuanya ini memiliki tujuan praktis yaitu untuk mengarahkan perilaku manusia itu kepada upaya-upaya pencapaian tujuan.
II. Sejarah Organisasi
Sejarah Organisasi sangat erat hubungannya dengan teori organisasi. Teori Organisasi meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik, dan teori organisasi modern.
A. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).
Dalam teori ini, organisasi secar umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai organisasi yang sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas.
B. Teori organisasi neoklasik
Teori Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi(The Human Relation Movement). Dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
C. Teori Organisasi Moderen
Teori modern dikembangkan tahun 1950,Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
III. Contoh-contoh formal dan informal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
IV. Contoh kasus dalam keorganisasian
Pada biasanya organisasi pada tingkatan daerah ada juga wahana organisasi yang berguna untuk mengembangkan bakat minat dari pemuda dan pemudi yang ada yaitu karang taruna. Yang berguna untuk menjalin solidaritas antar sesama pemuda, dan untuk membangun atau mempererat tali silahturahmi diantara mereka serta membuat suatu acara.
Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2227314-pengertian-pembagian-dan-manfaat-organisasi/#ixzz1pe1itIWs
http://www.scribd.com/doc/6946361/perilaku-organisasi
I. Pengertian Organisasi
Teori atau ilmu perilaku organisasi (organization behavior ) pada hakekatnya mendasarkan kajiannya pada ilmu perilaku itu sendiri (akar ilmu psikologi), yang dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam organisasi. Dengan demikian, kerangka dasar teori perilaku organisasi ini didukung oleh dua komponen pokok, yakni individu-individuyang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku tersebut. Jadi, perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Aspek pertama meliputi pengaruh organisasi terhadap manusia, sedangkan aspek kedua pengaruh manusia terhadap organisasi. Pengertian ini sesuaidengan rumusan Kelly dalam bukunya Organizational Behavior yang menjelaskan bahwa perilaku organisasi di dalamnya terdapat interaksi dan hubungan antara organisasi di satu pihak dan perilaku individu di lain pihak. Kesemuanya ini memiliki tujuan praktis yaitu untuk mengarahkan perilaku manusia itu kepada upaya-upaya pencapaian tujuan.
II. Sejarah Organisasi
Sejarah Organisasi sangat erat hubungannya dengan teori organisasi. Teori Organisasi meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik, dan teori organisasi modern.
A. Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).
Dalam teori ini, organisasi secar umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai organisasi yang sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas.
B. Teori organisasi neoklasik
Teori Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi(The Human Relation Movement). Dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
C. Teori Organisasi Moderen
Teori modern dikembangkan tahun 1950,Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
III. Contoh-contoh formal dan informal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
IV. Contoh kasus dalam keorganisasian
Pada biasanya organisasi pada tingkatan daerah ada juga wahana organisasi yang berguna untuk mengembangkan bakat minat dari pemuda dan pemudi yang ada yaitu karang taruna. Yang berguna untuk menjalin solidaritas antar sesama pemuda, dan untuk membangun atau mempererat tali silahturahmi diantara mereka serta membuat suatu acara.
Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2227314-pengertian-pembagian-dan-manfaat-organisasi/#ixzz1pe1itIWs
http://www.scribd.com/doc/6946361/perilaku-organisasi
Rabu, 14 Maret 2012
harga BBM yang terus menyekik rakyat miskin
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta doa dan motivasi dari berbagai pihak sehingga pada akhirnya makalah yang disusun untuk persyaratan tugas softskill pada matakuliah “Pendidikan Kewarganegaraan” dan membuat makalah tentang kenaikan BBM tahun 2012.
Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan dan kekurangan, baik dalam isi maupun cara penyajiaannya, karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun bagi penyempurnaan penulisan ini.
BAB I
PENDAHULUAN
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah digembar-gemborkan pemerintah, dipastikan akan semakin memiskinkan rakyat di level ekonomi bawah dan menengah. Hal ini disebabkan buruknya manajemen komunikasi pemerintah dalam proses pengumuman kenaikan harga BBM.
Strategi komunikasi yang tidak tepat telah mengundang spekulasi para produsen untuk balapan menaikan harga barang produksinya. “Manajemen komunikasi dan strategi pemerintah sangat buruk. Rencana kenaikan BBM yang jauh-jauh hari sudah diwacanakan menyebabkan insider information sekaligus mengundang spekulasi para produsen untuk terlebih daahulu menaikan hargabarangnya,” kata Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Komunitas Ayo Selamatkan Indonesia (KASI).”
Dalam releas yang diterima suara merdeka.com, KASI menghimbau, agar pemerintah lebih cerdas dalam menginformasikan kenaikan harga BBM ini sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang meluas di kalangan produsen dan pedagang. Sayangnya, pemerintah terkesan malah mewacanakan soal tarik ulur kenaikan harga BBM ini kepada public. “Malah sebagian politikus memanfaatkan persoalan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini untuk pencitraan,” kata Budi.
Budi Purnomo juga mendesak agar pemerintah untuk tidak memberikan kesempatan kepada asosiasi untuk melakukan kartel untuk menaikan harga hanya untuk kepentingan dan keuntungan industrinya. “Kami juga menghimbau agar rakyat tidak membeli barang-barang yang menaikan harga yang tidak wajar dan membabi buta agar produsen atau pedagang yang tidak manusiawi mengalami kebangkrutan usaha,” katanya.
Budi Purnomo memperkirakan, rakyat akan dihajar lagi dengan kenaikan harga barang-barang pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. “Nanti setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, barang-barang akan naik lagi. Jadi rakyat dihajar 2kali kenaikan harga, saat ini dan saat nanti,” tambahnya.
Budi meminta pemerintah lebih bertanggung jawab untuk mengontrol para produsen dan pengusaha untuk tidak menaikan harga secara membabi buta. “Sekarang harga sudah naik semuanya, sudah menjadi tugas pemerintah untuk bisa mengontrol harga-harga. Kasihan rakyat kecil yang berkekurangan akan semakin bermasalah dengan kehidupannya, akibat kenaikan harga BBM ini,” katanya.
Sepertidiketahui, pemerintah mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi diberlakukan serempak pada 1 April mendatang. Harga bahan bakar Premium dan Solar akan menjadi Rp. 6.000 dan Rp. 4.500. Dalam draft usulan APBN Perubahan 2012, pemerintah mengusulkan kenaikan subsidi BBM dari Rp. 123,5 triliun menjadi Rp. 137,3 triliun. Usul tersebut akan dibahas oleh DPR untuk disetujui/tidak. Namun, Menkeu Agus Martowardojo optimistic akan setujui DPR.
BAB II
PEMBAHASAN
Berikut ini adalah prediksi inflasi berkenaan dengan kenaikan BBM 2012 ;Suryamin kepala badan statistic mengungkapkan bahwa inflasi yang jinak sampaidenganFebruari 2012 dapat bergerak liar.
Menurut Suryamin, dalam periode awal tahun ini, komoditas pendorong utama inflasi masih didominasi oleh bahan pangan dan emas. Namun, jika harga BBM subsidi dinaikkan, maka factor BBM lah yang akan dominan. “Potensi naiknya inflasi tergantung besar kecilnya kenaikan harga BBM,” katanya.
Oleh Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat memperhitungkan kenaikan BBM terhadap inflasi karena akan mempengaruhi seluruh jalur ekonomi yang nantinya akan membebani masyarakat dan pengusaha.
Dia menyebut, jika misalnya harga BBM subsidi naikRp 500 per liter menjadiRp 5.000 per liter, maka potensi kenaikan inflasi langsung sebesar 0,31 persen dan inflasi tidak langsung sebesar 1,5 – 2 kali inflasi tidak langsungnya.
Karena itu, jika harga BBM subsidi dinaikkan Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, maka potensi tambahan inflasi langsung akan mencapai 0,93 persen dan inflasi tidak langsungnya. “Jadi, kalau BBM jadi Rp 6 ribu per liter, kira-kira tambahan inflasinya 2,5 – 5 persen,” jelasnya.
Selain itu, rencana kenaikan BBM juga mempengaruhi tariff angkutan umum yang diajukan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (Organda) sebesar 30 hingga 35 persen sebagai dampak kenaikan BBM, kata dia, akan mempengaruhi beban pengusaha dalam menyesuaikan dana transportasi bagi pekerja.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi, kesimpulan dari penulisan ini adalah bahwa dengan naiknya BBM di awal April ini selain menambah kesengsaraan rakyat Indonesia juga menjadi factor kenaikan inflasi. “Potensi naiknya inflasi tergantung besar kecilnya kenaikan harga BBM”.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.antaranews.com/berita/300034/dampak-kenaikan-bbm-sangat-kompleks
http://www.google.co.id
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/03/07/111648/Kenaikan-Harga-BBM-Memiskinkan-Rakyat
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta doa dan motivasi dari berbagai pihak sehingga pada akhirnya makalah yang disusun untuk persyaratan tugas softskill pada matakuliah “Pendidikan Kewarganegaraan” dan membuat makalah tentang kenaikan BBM tahun 2012.
Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan dan kekurangan, baik dalam isi maupun cara penyajiaannya, karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun bagi penyempurnaan penulisan ini.
BAB I
PENDAHULUAN
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah digembar-gemborkan pemerintah, dipastikan akan semakin memiskinkan rakyat di level ekonomi bawah dan menengah. Hal ini disebabkan buruknya manajemen komunikasi pemerintah dalam proses pengumuman kenaikan harga BBM.
Strategi komunikasi yang tidak tepat telah mengundang spekulasi para produsen untuk balapan menaikan harga barang produksinya. “Manajemen komunikasi dan strategi pemerintah sangat buruk. Rencana kenaikan BBM yang jauh-jauh hari sudah diwacanakan menyebabkan insider information sekaligus mengundang spekulasi para produsen untuk terlebih daahulu menaikan hargabarangnya,” kata Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Komunitas Ayo Selamatkan Indonesia (KASI).”
Dalam releas yang diterima suara merdeka.com, KASI menghimbau, agar pemerintah lebih cerdas dalam menginformasikan kenaikan harga BBM ini sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang meluas di kalangan produsen dan pedagang. Sayangnya, pemerintah terkesan malah mewacanakan soal tarik ulur kenaikan harga BBM ini kepada public. “Malah sebagian politikus memanfaatkan persoalan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini untuk pencitraan,” kata Budi.
Budi Purnomo juga mendesak agar pemerintah untuk tidak memberikan kesempatan kepada asosiasi untuk melakukan kartel untuk menaikan harga hanya untuk kepentingan dan keuntungan industrinya. “Kami juga menghimbau agar rakyat tidak membeli barang-barang yang menaikan harga yang tidak wajar dan membabi buta agar produsen atau pedagang yang tidak manusiawi mengalami kebangkrutan usaha,” katanya.
Budi Purnomo memperkirakan, rakyat akan dihajar lagi dengan kenaikan harga barang-barang pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. “Nanti setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, barang-barang akan naik lagi. Jadi rakyat dihajar 2kali kenaikan harga, saat ini dan saat nanti,” tambahnya.
Budi meminta pemerintah lebih bertanggung jawab untuk mengontrol para produsen dan pengusaha untuk tidak menaikan harga secara membabi buta. “Sekarang harga sudah naik semuanya, sudah menjadi tugas pemerintah untuk bisa mengontrol harga-harga. Kasihan rakyat kecil yang berkekurangan akan semakin bermasalah dengan kehidupannya, akibat kenaikan harga BBM ini,” katanya.
Sepertidiketahui, pemerintah mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi diberlakukan serempak pada 1 April mendatang. Harga bahan bakar Premium dan Solar akan menjadi Rp. 6.000 dan Rp. 4.500. Dalam draft usulan APBN Perubahan 2012, pemerintah mengusulkan kenaikan subsidi BBM dari Rp. 123,5 triliun menjadi Rp. 137,3 triliun. Usul tersebut akan dibahas oleh DPR untuk disetujui/tidak. Namun, Menkeu Agus Martowardojo optimistic akan setujui DPR.
BAB II
PEMBAHASAN
Berikut ini adalah prediksi inflasi berkenaan dengan kenaikan BBM 2012 ;Suryamin kepala badan statistic mengungkapkan bahwa inflasi yang jinak sampaidenganFebruari 2012 dapat bergerak liar.
Menurut Suryamin, dalam periode awal tahun ini, komoditas pendorong utama inflasi masih didominasi oleh bahan pangan dan emas. Namun, jika harga BBM subsidi dinaikkan, maka factor BBM lah yang akan dominan. “Potensi naiknya inflasi tergantung besar kecilnya kenaikan harga BBM,” katanya.
Oleh Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat memperhitungkan kenaikan BBM terhadap inflasi karena akan mempengaruhi seluruh jalur ekonomi yang nantinya akan membebani masyarakat dan pengusaha.
Dia menyebut, jika misalnya harga BBM subsidi naikRp 500 per liter menjadiRp 5.000 per liter, maka potensi kenaikan inflasi langsung sebesar 0,31 persen dan inflasi tidak langsung sebesar 1,5 – 2 kali inflasi tidak langsungnya.
Karena itu, jika harga BBM subsidi dinaikkan Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, maka potensi tambahan inflasi langsung akan mencapai 0,93 persen dan inflasi tidak langsungnya. “Jadi, kalau BBM jadi Rp 6 ribu per liter, kira-kira tambahan inflasinya 2,5 – 5 persen,” jelasnya.
Selain itu, rencana kenaikan BBM juga mempengaruhi tariff angkutan umum yang diajukan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (Organda) sebesar 30 hingga 35 persen sebagai dampak kenaikan BBM, kata dia, akan mempengaruhi beban pengusaha dalam menyesuaikan dana transportasi bagi pekerja.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi, kesimpulan dari penulisan ini adalah bahwa dengan naiknya BBM di awal April ini selain menambah kesengsaraan rakyat Indonesia juga menjadi factor kenaikan inflasi. “Potensi naiknya inflasi tergantung besar kecilnya kenaikan harga BBM”.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.antaranews.com/berita/300034/dampak-kenaikan-bbm-sangat-kompleks
http://www.google.co.id
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/03/07/111648/Kenaikan-Harga-BBM-Memiskinkan-Rakyat
Senin, 14 November 2011
peranan koperasi dalam perekonomian indonesia
Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Ketentuan dasar dalam melaksanakan kegiatan ini diatur oleh UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
Dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 ini dikatakan bahwa “produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan sesuai dengan itu ialah koperasi.”
Penjelasan pasal 33 UUD 1945 ini menempatkan kedudukan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dan sebagai bagian integral tata perekonomian nasional. Menurut Kamus Umum Lengkap karangan Wojowasito (1982), arti sokoguru adalah pilar atau tiang. Jadi, makna dari istilah koperasi sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan koperasi sebagai pilar atau “penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Dengan demikian, koperasi diperankan dan difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional.
Dari filosofi dan prinsip-prinsip koperasi dapat dilihat bahwa, kedua asas tersebut telah melekat pada organisasi koperasi sejak didirikan oleh anggota-anggotanya. Dengan kedudukan koperasi seperti itu, maka perananan koperasi dalam mengembangkan potensi ekonomi rakyat dan dalam mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi sangat strategis. Sedangkan pelaksanaan pembangunan ekonomi harus didasarkan kepada demokrasi ekonomi.
Koperasi mempunyai ciri-ciri demokrasi ekonomi dan jauh dari ciri-ciri negatifnya, sehingga koperasi adalah badan usaha yang tepat untuk mewujudkan organisasi ekonomi rakyat yang demokratis, partisipasif,dan berwatak sosial. Demikian pula, cita-cita koperasi seirama dengan tujuan pembangunan ekonomi nasional.
Menurut M. Hatta (1987), ide yang tertanam dalam pasal 33 UUD 1945 mempunyai sejarah yang panjang, yaitu membangun ekonomi rakyat yang lemah. Koperasi dijadikan sebagai sokoguru perekonomian nasional karena:
1. Koperasi mendidik sikap self-helping.
2. Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, dimana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan diri atau golongan sendiri.
3. Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya asli bangsa Indonesia.
4. Koperasi menentang segala paham yang berbau individualisme dan kapitalisme.
Sektor koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang, dimiliki dan dikelola oleh anggota untuk kepentingan anggota serta masyarakat secara kekeluargaan. Badan Usaha Koperasi, ditinjau dari aspek prinsip-prinsip organisasinya, lebih menitikberatkan pada asas pemerataan. Akan tetapi, seiring dengan perubahan ruang dan waktu, dan nilai, dalam perjalanannya, koperasi juga berperan dalam pencapaian pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Ketentuan dasar dalam melaksanakan kegiatan ini diatur oleh UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
Dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 ini dikatakan bahwa “produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan sesuai dengan itu ialah koperasi.”
Penjelasan pasal 33 UUD 1945 ini menempatkan kedudukan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dan sebagai bagian integral tata perekonomian nasional. Menurut Kamus Umum Lengkap karangan Wojowasito (1982), arti sokoguru adalah pilar atau tiang. Jadi, makna dari istilah koperasi sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan koperasi sebagai pilar atau “penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Dengan demikian, koperasi diperankan dan difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional.
Dari filosofi dan prinsip-prinsip koperasi dapat dilihat bahwa, kedua asas tersebut telah melekat pada organisasi koperasi sejak didirikan oleh anggota-anggotanya. Dengan kedudukan koperasi seperti itu, maka perananan koperasi dalam mengembangkan potensi ekonomi rakyat dan dalam mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi sangat strategis. Sedangkan pelaksanaan pembangunan ekonomi harus didasarkan kepada demokrasi ekonomi.
Koperasi mempunyai ciri-ciri demokrasi ekonomi dan jauh dari ciri-ciri negatifnya, sehingga koperasi adalah badan usaha yang tepat untuk mewujudkan organisasi ekonomi rakyat yang demokratis, partisipasif,dan berwatak sosial. Demikian pula, cita-cita koperasi seirama dengan tujuan pembangunan ekonomi nasional.
Menurut M. Hatta (1987), ide yang tertanam dalam pasal 33 UUD 1945 mempunyai sejarah yang panjang, yaitu membangun ekonomi rakyat yang lemah. Koperasi dijadikan sebagai sokoguru perekonomian nasional karena:
1. Koperasi mendidik sikap self-helping.
2. Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, dimana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan diri atau golongan sendiri.
3. Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya asli bangsa Indonesia.
4. Koperasi menentang segala paham yang berbau individualisme dan kapitalisme.
Sektor koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang, dimiliki dan dikelola oleh anggota untuk kepentingan anggota serta masyarakat secara kekeluargaan. Badan Usaha Koperasi, ditinjau dari aspek prinsip-prinsip organisasinya, lebih menitikberatkan pada asas pemerataan. Akan tetapi, seiring dengan perubahan ruang dan waktu, dan nilai, dalam perjalanannya, koperasi juga berperan dalam pencapaian pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional.
Jumat, 07 Oktober 2011
Ekonomi koperasi
EKONOMI KOPERASI
A. Definisi Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannnya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas asas kekeluargaan.
B. Jenis-jenis Koperasi
Jenis-jenis koperasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
• Jenis koperasi berdasarkan fungsi
1) Koperasi Konsumsi
2) Koperasi Jasa
3) Koperasi Produksi
• Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah
1) Koperasi Primer
2) Koperasi Sekunder
3) Koperasi Unit Desa (KUD)
4) Koperasi Serba Usaha (KSU)
5) Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
6) Koperasi Pasar (KOPPAS)
7) Koperasi Karyawan (KOPKAR)
8) Koperasi Pegawai (KOPPEG)
9) Koperasi Warga (KOPAG)
10) Koperasi Mahasiswa (KOPMA)
C. Ciri-ciri Koperasi
1. Berasas Kekeluargaan
2. Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga Negara Republik Indonesia
3. Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi
D. Asal didirikannya Koperasi
Koperasi yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat dari industry, pada awalnya koperasi Rochdale berdiri dengan adanya penyediaan barang-barang konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya penumpukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945 CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerjanya. Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha dibidang penerbitan. The women’s Cooperative Guild yang dibentuk pada tahun 1887 besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi,disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga Negara, dan sebagai konsumen. Beberapa yahun kemudian, koperasi memulai kegiatan dibidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan peerpustakaan. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative college di Manchester yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.
Revolusi industri di Perancis juga mendorong berdirinya koperasi . untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris. Perancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Perancis seperti Charles fourier dan Louise Blanc.
Charles fourier (1772-1837) menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan membentuk fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun diatas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar.
Louise Blanc (1811-1880) dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri dan pertentangan nasional.untuk mengatasinya perlu didirikan social work shop (etelier sociaux). Pada tahun 1884 kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Louise Blanc untuk mendirikan koperasi tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.
Disamping Negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di jerman yang dipelopori oleh Ferdinan Lesalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888) dan Herman schulze (1808-1883) di Denmark dan sebagainya.
Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang keseluruh dunia disamping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai Negara para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam kongres koperasi internasional yang pertama pada tahun 1896 di London. Dengan terbentuknya ICA , maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
A. Definisi Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannnya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas asas kekeluargaan.
B. Jenis-jenis Koperasi
Jenis-jenis koperasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
• Jenis koperasi berdasarkan fungsi
1) Koperasi Konsumsi
2) Koperasi Jasa
3) Koperasi Produksi
• Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah
1) Koperasi Primer
2) Koperasi Sekunder
3) Koperasi Unit Desa (KUD)
4) Koperasi Serba Usaha (KSU)
5) Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
6) Koperasi Pasar (KOPPAS)
7) Koperasi Karyawan (KOPKAR)
8) Koperasi Pegawai (KOPPEG)
9) Koperasi Warga (KOPAG)
10) Koperasi Mahasiswa (KOPMA)
C. Ciri-ciri Koperasi
1. Berasas Kekeluargaan
2. Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga Negara Republik Indonesia
3. Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi
D. Asal didirikannya Koperasi
Koperasi yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat dari industry, pada awalnya koperasi Rochdale berdiri dengan adanya penyediaan barang-barang konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya penumpukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945 CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerjanya. Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha dibidang penerbitan. The women’s Cooperative Guild yang dibentuk pada tahun 1887 besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi,disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga Negara, dan sebagai konsumen. Beberapa yahun kemudian, koperasi memulai kegiatan dibidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan peerpustakaan. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative college di Manchester yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.
Revolusi industri di Perancis juga mendorong berdirinya koperasi . untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris. Perancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Perancis seperti Charles fourier dan Louise Blanc.
Charles fourier (1772-1837) menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan membentuk fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun diatas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar.
Louise Blanc (1811-1880) dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri dan pertentangan nasional.untuk mengatasinya perlu didirikan social work shop (etelier sociaux). Pada tahun 1884 kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Louise Blanc untuk mendirikan koperasi tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.
Disamping Negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di jerman yang dipelopori oleh Ferdinan Lesalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888) dan Herman schulze (1808-1883) di Denmark dan sebagainya.
Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang keseluruh dunia disamping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai Negara para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam kongres koperasi internasional yang pertama pada tahun 1896 di London. Dengan terbentuknya ICA , maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
Langganan:
Postingan (Atom)