Rabu, 09 Januari 2013

Pengertian Sholat dan Tata Cara Sholat

Shalat ( صلاة; / Sholah), merupakan ibadah yang pada prakteknya harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Shalatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya." [HR Imam Bukhari dan Imam Muslim].
Perintah Shalat pertama kali diterima Rasulullah saw dalam perjalanan Isra Mi'raj, di Baitul Ma'mur (tempat yang selalu dimasuki tujuh ribu malaikat setiap harinya). Pertama kali Rasul menerima perintah Shalat Wajib dari Allah Ta'ala adalah sebanyak lima puluh (50) kali dalam sehari.
Rasulullah kemudian menghadap Nabi Musa as menceritakan perihal ini, kemudian Nabi Musa menyarankan Rasulullah meminta keringanan, karena menurut beliau 50 kali dalam sehari terlalu berat bagi umat Rasulullah: "Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan Shalat lima puluh waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu.".
Rasul kemudian menghadap Allah Ta'ala dan akhirnya mendapatkan keringanan hingga hanya sepuluh (10) kali dalam sehari, Nabi Musa masih memberikan saran yang sama seperti sebelumnya: “Sesungguhnya umatmu akan merasa berat mengerjakan Shalat sepuluh waktu setiap hari. Kembalilah kepada Tuhanmu (Allah) dan mintalah keringanan untuk umatmu.”
Kali ini permintaan Rasul tidak dikabulkan Allah Ta'ala sehingga perintah Shalat wajib tetap 10 kali dalam sehari, ketika Rasul menghadap Nabi Musa, beliau tetap menyarankan hal yang sama sehingga Rasul kembali menghadap Allah Ta'ala.
Setelah tiga kali ditolak akhirnya Allah Ta'ala memberikan keringanan sehingga Shalat wajib menjadi 5 kali dalam sehari. Adapun Nabi Musa masih berpendapat bahwa 5 kali dalam sehari masih terlalu berat, namun Rasulullah kemudian menjawab:
“Aku telah sering meminta keringanan untuk umatku sampai aku merasa malu sendiri.”
Demikianlah Shalat wajib hingga saat ini adalah berjumlah 5 kali / waktu setiap harinya.

Tata Cara Sholat (Subuh):
Shalat subuh adalah salah satu dari 5 shalat lima waktu yang wajib hukumnya untuk dikerjakan. Jumlah rakaat shalat subuh adalah dua rakaat dengan bacaan yang panjang. Adapun waktu shalat subuh dimulai sejak menyingsingnya fajar, atau redupnya bintang karena cahaya matahari hingga mulai nampak terbitnya matahari. (al-An'am:96 dan Al-Mudatsir:34). Berikut ini adalah urutan tata cara menjalankan ibadah shalat subuh.

Menyucikan diri dengan wudhu

Tata cara berpakaian perlu diperhatikan:
Laki laki: Menutup aurat sekurang - kurangnya dari pangkal leher hingga ke mata kaki.
Wanita: Menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan.

Berdiri tegak, kemudian membaca Niat Shalat Subuh:
"Ushalli fardhu shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muuman/imaaman) lillahi ta'aala"

Takbiratul Ikhram, berdiri sambil mengucapkan takbir:
"Allahu Akbar"

Berdiri dengan kedua tangan diperut sambil membaca doa iftitah:
"Allahu Akbaru kabira walhamdu lillahi kathira wasubhanallahhi bukratau waasila. Wajjahtu wajhia lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil'alamin. La syarikalahu wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin."

RAKAAT PERTAMA (DARI DUA RAKAAT)

Masih dalam posisi yang sama, membaca surah Al fatihah dan Surah An Nas (surah An Nas dapat diganti dengan surah lainnya.)

Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
"Allahu Akbar"

Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
"Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."

Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
"Sami'allahu liman hamidah."

Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
"Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."

Sujud pertama, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
"Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."

Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
"Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."

Sujud kedua, sama seperti sujud pertama, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
"Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."

RAKAAT KEDUA (DARI DUA RAKAAT)

Berdiri pada rakaat kedua, tanpa mengangkat tangan lalu membaca surah Al fatihah dan Surah Al-Falaq (surah Al-Falaq dapat diganti dengan surah lainnya.)

Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
"Allahu Akbar"

Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
"Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."

Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
"Sami'allahu liman hamidah."

Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
"Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."
Masih dalam posisi berdiri, membaca doa Qunut
Sujud pertama di rakaat kedua, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
"Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."

Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
"Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."

Sujud kedua, sama seperti sujud pertama, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
"Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."

Duduk tahiyat akhir dengan sedikit menyamping ke kiri sambil membaca doa:
"Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu'alaina wa'la 'ibadillahis salihin.

(Ketika masuk bacaan ini tangan telunjuk kanan menunjuk kedepan) Asyahadu alla illaha illallah. Wa'asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli'ala Muhammad wa'ala aliMuhammad. Kama sollaita'ala Ibrahim wa'ala aliIbrahim. Wabarik 'ala Muhammad wa'ala aliMuhammad. Kama barakta 'ala Ibrahim wa'ala aliIbrahim. Fil 'alamina innaka hamidummajid."

Kepala berpaling ke Kanan seraya mengucap salam, dan berpaling ke kiri seraya mengucap salam.
"Assalamualaikum warahmatullah."

sumber:
http://www.akumuslim.com/2011/02/shalat.html
http://www.akumuslim.com/2011/02/tata-cara-shalat-subuh.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar